THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES ?

Monday, November 22, 2010

kelam ku



sesalkah kini ku rasa
ukiran tiada terbaca
rasa tiada terpeka
tangis mengelupas atas kelam mendecak senda

mengapa kau himpun tanya hingga buatku cabik makna
mengapa pula bersama kau jadikan hidupku menyapa petaka
dan mengapa indahku usang atas khilaf membuana

lalu inikah adilmu terombang ambing daku menyela panca
mengapa tanyaku tiada terjawab atas segala kuasa
keluarkanlah perlahan diriku atas duri merasuk iga
ajarilah daku mensyukuri titipan suci agung mendewasa

Friday, April 30, 2010

PAHLAWAN tapi TERSISI

Ku coba menatap langit
segumpal mendung menjuntai harap
tawa dan tangis bagai arak mega-mega menghimpit
dingin menusuk, panas menyengat dan berganti

Telah lampau waktu berlalu tak ubah mencerca masa
bercerita tentang sudut-sudut victory penuh rasa dan suara
bahkan tentang mereka berdasi yang tegap dan bangga
kepada adik-adikku berrambut sebatas bahu dan terhina

Terkadang cinta ia pertaruhkan
harga diri diantara cita didasar membuncah
tapi mengapa ia selalu salah
hingga paras lugu layu dalam ingin

wahai pertiwi diwujud yang berdasi
adakah secuil nurani tersisa terpatri
mengapa kau suguhkan tawa diparas durjanya
dan tangis pada keping-keping tersusut untuk simpati

Tanya dan bertanyalah untuk siapa kau kekal disini
tidakkah kau dengar ratap antara hak dan kewajiban membuai
pada pias sang pahlawan lugu berrambut sebatas bahu
namun kau angkuh dibalik kursi dibangunan bajamu itu

adik-adikku bila kelak kepak sayap mengering
perlahan terbang belah cakrawala
katakan kau pahlawan tapi tersisi
katakan kau ananda pertiwi

Saturday, October 31, 2009

BERSAMAMU

PUTIH BERSIH DAN SUCI
PENUH PENGHARAPAN DALAM AMPUNANMU
BERSAMA KAMI DISINI
DALAM SUARA TAKBIR DAN TAHLIL BERSAUTAN
SEMOGA HINGGA MASSA BERGANTI
KAMI SATU DALAM SUKA DUKA
MAAFKAN KAMI LAHIR BATHIN YANG BERLUMURAN DOSA




???



inginku siapa yang memahami
bahagiaku siapa yang peduli
harapku siapa yang akan membelai
engkau ataukah dia
ataukah disini aku hanya sendiri
......

Saturday, October 17, 2009

SAJAK RANTAU

Panas menyengat dan basah dipundakku
Lelah kelopak hingga langkah tertatih
Dingin menusuk dan menggigil dilututku
Membiru bibir ku ungkap kata rindu

Mentari tak jua terbit
Waktu tiba sudah
Bekerja dan bekerja….
Hingga lelah menyelimuti dalam malam

Usia berganti aku masih disini
Ada rasa jenuh, iri, dalam hati
Karib dan sahabat bersama buah hati
Aku sendiri kapan tercukupi

Waktu bawahlah aku bersama
Tak ingin aku disini
Belum siap pula aku disana
AKU RINDU PADAMU PERTIWI

Saturday, September 5, 2009

WAHAI LANGIT

engkau nampak biru
tapi mengapa tak bisa kujamah
angkau nampak angkuh
tapi katub mulutmu tak terlihat

adakah engkau sendiri disana
bilakah engkau berduka
bilakan engkau bersuka
mengapa tak ku rasa ratap dan senda

wahai langit andai bisa kuraih
andai kau mampu menemani
bertanyalah padaku
APA YANG KAU RASA WAHAI DARA

SAJAK RANTAU

Panas menyengat dan basah dipundakku
Lelah kelopak hingga langkah tertatih
Dingin menusuk dan menggigil dilututku
Membiru bibir ku ungkap kata rindu

Mentari tak jua terbit
Waktu tiba sudah
Bekerja dan bekerja….
Hingga lelah menyelimuti dalam malam

Usia berganti aku masih disini
Ada rasa jenuh, iri, dalam hati
Karib dan sahabat bersama buah hati
Aku sendiri kapan tercukupi

Waktu bawahlah aku bersama
Tak ingin aku disini
Belum siap pula aku disana
AKU RINDU PADAMU PERTIWI