sesalkah kini ku rasa
ukiran tiada terbaca
rasa tiada terpeka
tangis mengelupas atas kelam mendecak senda
mengapa kau himpun tanya hingga buatku cabik makna
mengapa pula bersama kau jadikan hidupku menyapa petaka
dan mengapa indahku usang atas khilaf membuana
lalu inikah adilmu terombang ambing daku menyela panca
mengapa tanyaku tiada terjawab atas segala kuasa
keluarkanlah perlahan diriku atas duri merasuk iga
ajarilah daku mensyukuri titipan suci agung mendewasa
Monday, November 22, 2010
kelam ku
Posted by EMI at 7:59 PM 0 comments
Labels: PUISI
Friday, April 30, 2010
PAHLAWAN tapi TERSISI
Ku coba menatap langit
segumpal mendung menjuntai harap
tawa dan tangis bagai arak mega-mega menghimpit
dingin menusuk, panas menyengat dan berganti
Telah lampau waktu berlalu tak ubah mencerca masa
bercerita tentang sudut-sudut victory penuh rasa dan suara
bahkan tentang mereka berdasi yang tegap dan bangga
kepada adik-adikku berrambut sebatas bahu dan terhina
Terkadang cinta ia pertaruhkan
harga diri diantara cita didasar membuncah
tapi mengapa ia selalu salah
hingga paras lugu layu dalam ingin
wahai pertiwi diwujud yang berdasi
adakah secuil nurani tersisa terpatri
mengapa kau suguhkan tawa diparas durjanya
dan tangis pada keping-keping tersusut untuk simpati
Tanya dan bertanyalah untuk siapa kau kekal disini
tidakkah kau dengar ratap antara hak dan kewajiban membuai
pada pias sang pahlawan lugu berrambut sebatas bahu
namun kau angkuh dibalik kursi dibangunan bajamu itu
adik-adikku bila kelak kepak sayap mengering
perlahan terbang belah cakrawala
katakan kau pahlawan tapi tersisi
katakan kau ananda pertiwi
Posted by EMI at 4:15 AM 0 comments
Labels: PUISI
